Frustrasi
Frustrasi
Agar hidup kita bahagia dan bersemangat sepanjang waktu, kita perlu terhindar dari rasa frustrasi ini. Kisah nyata seorang wanita yg sangat frustrasi terhadap persoalan rumahnya, tidak menemukan pemecahan dari berbagai soal kehidupannya, pada akhirnya wanita tersebut membakar rumahnya sendiri. Itulah cara wanita itu mengatasi rasa frustrasinya. Anda masih punya rumah kan?
Kenapa saya memulai dari frustrasi ini karena cukup banyak orang ingin maju, hidup lebih baik, bersemangat dan berbahagia tapi tidak dapat melakukannya karena cukup lama kita terbelenggu dengan berbagai keterbatasan hingga pada akhirnya rasa frustrasi ini menjadi bagian dari hidup kita.
Seorang ayah membunuh anaknya sendiri karena tdk dapat mengatasi kenakalannya, Seorang guru memukul dan membanting muridnya hanya gara gara merusak pot sekolah, dan masih banyak lagi cara2 kita mengatasi rasa frustrasi tersebut. Anda pernah lakukan apa ngomong-ngomong?
Cara atasi Frustrasi
Cara atasi frustrasi dari Norman Vincent Peale sangat sederhana yaitu "setelah melakukan apa yg dapat anda lakukan, berhentilah". Jangan lakukan apa apa lagi, berhentilah juga saat itu.
Ketika anda menghentikan usaha anda yang gugup dan gelisah untuk berbuat lebih dari yang dapat atau perlu anda lakukan, dan dengan tenang menyadari bahwa harus ada akhir dari kecemasan dan kegelisahan, maka anda akan dibebaskan dari efek2 frustrasi yang mengacaukan.
prosedur berikut nya adalah "praktekan ketenangan"
Dikatakan praktek, agar benar benar dilakukan secara sadar, bukan kebetulan merasakan ketenangan. Dr.Peale mengatakan bahwa kita sangat membutuhkan ketenangan seperti makanan dan air. Karena rasa frustrasi ini mengandung ketegangan hingga tingkat tertentu dan solusi dari atasi ketegangan adalah ketenangan. Cobalah melakukan ketenangan pikiran secara teratur setiap hari sesuai gaya hidup anda.
Kisah Dr.Peale atasi ketegangan
Sebelum pidato di aula, Dr.Peale mempersiapkan naskah di hotel, karena tuntutan yg demikian berat, gagasan terasa tidak mengalir dengan baik, untunglah Dr.Peale menyadarinya bahwa dirinya sedang dalam kondisi yg frustrasi. Dia berhenti, keluar dari hotel, menuju pantai, duduk menikmati pemandangan, pohon palem, laut yg luas, awan putih lembut bergerak perlahan, dan secara tdk disadari, rasa frustrasi itu hilang seakan tertiup angin.
Naskah pun selesai sekembali dari pantai itu dengan waktu yg relatif singkat.
Kandungan Frustrasi
Frustrasi mengandung dua unsur, yaitu "Kepanasan dan stress", sehingga secara sederhana, bila kita frustrasi, pertolongan pertama dalam kecelakaan adalah mendinginkan (menyejukkan) dan ketenangan (kedamaian). Persis seperti apa yang dialami Dr.Peale saat membuat naskah sebelum pidato, pergi dan secara sadar menyejukan diri dan terus menurunkan ketegangan dalam dirinya, hingga rasa frustrasi pergi, pekerjaan lancar kembali.
Mengatasi rasa frustrasi secara dini lebih memperbesar kemungkinan kita dapat mempertahankan rasa bahagia dan bersemangat dalam menjalani kehidupan ini. Jadi, bila kita mulai kecewa cukup sering, sumpek, dan terasa tegang karena tidak ada lagi yg bisa dilakukan, saat itulah kita berhenti dan berupaya mengatasi rasa frutrasi agar kita bisa kembali baik dan menjalani kehidupan penuh bersemangat dan bahagia ini.
Komentar
Posting Komentar