Rancangan Karangan

Rancangan Karangan

 Saudara kegiatan tulis-menulis sangat penting dan tidak terpisahkan dari kehidupan sebagai akademis dalam kalangan masyarakat. Kemampuan ini mutlak harus dikuasi karena Anda akan berhadapan pada soal-soal yang bersifat essai yang perlu penalaran atau menjelaskan seperti mengarang. Sebelum Anda menuangkan gagasan atau ide-ide ke dalam kalimat atau paragraf Anda harus rambu-rambu terlebih dahulu. Begitu juga apabila Anda menuangkan gagasan ke dalam paragraph-paragraf dan karangan formal yang utuk, seperti menulis makalah, mula0mula Anda membuat perencanaannya terlebih dahulu.
Baiklah Saudara mahasiswa berikut ini penjelasan singkat pengertian menulis dan menulis makalah.
Menulis sebagai suatu proses melibatkan beberapa tahapan kegiatan yang terbagi atas tahap prapenulisan, penulisan, dan pasca penulisan. Tahapan para penulisan merupakan tahap persiapan. Kerangka karangan merupakan tahapan prapenulisan yang harus dilalui oleh kita sebelum melakukan kegiatan penulisan. Melalui kerangka karangan, kita mampu mengorganisasikan ide-ide. Sehingga pemetaan gagasan dalam karangan yang kita hasilkan tersusun secara teratur, logis, dan meminimalisasi kesalahan-kesalahan yang akan muncul dalam penuangan ide. Melalui kerangka karangan, kita berusaha memecahkan topik menjadi subtopik atau mungkin juga dari subtopik yang telah dibuat menjadi sub-subtopik. Penyusunan kerangka karangan sebaiknya dilakukan dengan menyusun kerangka kasar (kerangka sementara) terlebih dahulu. Setelah kita peroleh sebuah kerangka kasar, maka tahapan selanjutnya adalah menyusun rincian untuk setiap bagian.
 Makalah merupakan tulisan formal mengenai suatu hal untuk disampaikan kepada khalayak umum dalam forum ilmiah, seperti dalam seminar, simposium, atau diskusi-diskusi ilmiah lainnya.. Kadang-kadang makalah juga disusun untuk diterbitkan dalam majalah-majalah atau jurnal-jurnal ilmiah. Penyusunan makalah haruslah ilmiah. Suatu tulisan bisa digolongkan ilmiah apabila dalam penggarapannya dilakukan secara objektif dan mendalam. Keobjektifan tersebut harus didukung oleh fakta-fakta dan informasi-informasi yang telah teruji kesahihannya. Selain keobjektifan, keilmiahan informasi dari suatu makalah harus melewati hasil pengkajian yang mendalam. Makalah biasanya ditulis sesuai dengan bagian-bagian halaman-halaman pendahuluan (kata pengantar, daftar isi), isi makalah, penutup, daftar pustaka.
Secara sederhana, ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam menulis makalah. Langkah-langkah tersebut adalah menentukan pokok masalah (topik), menentukan tujuan, mengumpulkan bahan tulisan, menyusun kerangka makalah, mengembangkan kerangka makalah, dan menyusun daftar pustaka. Sumber tertulis yang telah dikutip dalam makalah dicantumkan di daftar pustaka. Adapun sumber-sumber lain yang tidak dikutip walaupun telah kita baca tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka. Komponen-komponen yang harus ada dalam daftar pustaka adalah nama pengarang, tahun penerbitan, judul sumber tertulis, kota tempat terbit, dan nama penerbit. Contoh: Keraf, Gorys. 1980. Komposisi. Ende Flores: Nusa Indah.
 
Saudara mahasiswa untuk mengetahui kesulitan atau pemahaman Anda tentang menulis karangan atau menulis makalah, coba kerjakan soal beriku ini.
1.    Bagaimanakah strategi Anda dalam mengumpulkan informasi untuk keperluan menulis karya ilmiah?
2.    Kelaskanlah beberapa kesulitan-kesulitan yang Anda rasakan ketika membuat kerangka karangan dan ungkapkan cara mengatasinya?
3.    Jelaskanlah beberapa kesulitan yang terasa oleh Anda ketika membuat makalah dan ungkapkan juga cara mengatasinya!
 
Selamat bekerja semoga dapat mengerjakan dan berhasil!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Obat Alami Menurunkan Kolesterol

JAWABAN TUGAS 3 STATISTIKA EKONOMI