Pengantar bisnis- EKMA 4111 Tugas : ke 3

PENGANTAR BISINIS


Rekan-rekan mahasiswa tuton, Pada inisiasi ketujuh, tugas yang harus Anda kerjakan adalah: 

1. Jelaskan beberapa penetapan harga jual yang dilakukan oleh perusahaan

Penetapan harga berbasis pasar : penetapan harga dengan mempertimbangkan daya saing agar tercipta nilai superior. Metode ini membutuhkan data pelanggan dan competitor yang mendalam, yang dimulai dengan pemahaman yang baik tentang kebutuhan pelanggan dan keuntungan yang ditawarkan sebuah produk dibandingkan produk kompetitor. Bila tidak, maka perusahaan akan sulit menempatkan posisi produknya.

Penetapan harga berbasis biaya : penetapan harga dengan mempertimbangkan biaya dan margin yang diinginkan. Metode ini merupakan pendekatan yang paling banyak digunakan oleh perusahaan, karena data pelanggan dan competitor susah untuk didapatkan. Pada pasar diferensiasi produknya juga minim, sehingga pendekatan ini lebih masuk akal.

  a.      Pendekatan Break Even Analysis ( Analisis Titik Impas )

Biaya produksi yang di belanjakan perusahaan dibedakan menjadi dua komponen, yaitu biaya tetap (fixed cost/FC) dan biaya variabel (variabel cost/IC ). Biaya Tetap adalah biaya yang dibelanjakan yang tergantung pada jumlah produk yang diproduksi. Biaya ini tidak berubah walau berapa pun produksi yang dicapai.

Biaya Variabel adalah biaya produksi yang mengalami perubahan apabila kuantitas produksi berubah. Apabila diasumsikan biaya variabel produksi adalah tetap maka:

  Semakin tinggi produksi, semakin tinggi biaya variabel

 Fungsi biaya variabel berbentuk garis lurus

b.        Pendekatan Mark Up Pricing

Untuk menentukan harga menurut pendekatan ini terlebih dahulu perusahaan harus menghitung biaya produksi per unit berdasarkan asumsi tertentu. Asumsi tersebut meliputi biaya variabel rata-rata (Average Variabel Cat à AVC=VC/Q) dan biaya tetap rata-rata (Average Fixed Costà AFC). Dari data ini dapat di taksir biaya produksi rata-rata per unit (Average Cat à AC), dengan menggunakan formula AC=AFC+AVC. Misalkan, nilai AC adalah Rp 10.000,00 selanjutnya dalam menjalankan mark up pricing perusahaan menetapkan tujuan dengan keuntungan yang ingin di perolehadalah 25% (25% dari Rp10.000,00 adalah Rp2.5000,00). Berdasarkan perhitungan ini perusahaan akan menjual produknya seharga Rp12.500,00


 

Beberapa cara atau strategi lain untuk menetapkan harga

a.       Penetapan harga yang kompetitif

Hal ini selalu berlaku dalam pasar barang di mana terdapat banyak produsen dan penjual.

b.     Menentukan harga terobosan (penetrating pricing)

Cara ini sering digunakan ketika meluncurkan produk baru, yang menetapkan harga pada tingkat yang rendah atau murah dengan harapan dapat memaksimalkan volume penjualan.

c.      Menetapkan harga berdasarkan permintaan / demand

Penentuan harga ini terutama di praktikan oleh perusahaan jasa seperti pengangkutan kereta api, perusahaan penerbangan, restoran, bioskop dll. Misalnya menetapkan harga tiket yang berbeda pada hari biasa, akhir minggu, atau pada masa liburan sekolah.

d.     Kepemimpinan harga (price leadership)

Penentuan harga seperti ini berlaku dalam pasar barang yang bersifat oligopoli, yang merupakan struktur pasar dimana terdapat beberapa perusahaan saja. Perusahaan yang dominan akan bertindak sebagai penentu harga sedangkan perusahaan yang lain akan menyesuaikan strategi penentuan harga produk mereka dengan mempertimbangkan harga yang di tentukan perusahaan yang dominan.

e.      Menjual produk berkualitas dengan harga rendah

Kebijakan ini dapat dilakukan oleh perusahaan industri manufaktur atau hypermarket, pada umumnya untuk menarik pelanggan mereka berusaha menjual dengan harga relatif sangat rendah atau serendah-rendahnya walaupun kualitas barangnya baik dan mereknya cukup terkenal. Strategi penentuan harga mereka lebih menekankan pada meningkatkan volume penjualan dan bukan memperoleh untung (margin) yang tinggi.

f.       Kebijakan harga tinggi jangka pendek

Pada dasarnya kebijakan harga ini adalah cara menetapkan harga tinggi yang bersifat sementara, yaitu saat produk baru mulai di pasarkan. Pada periode tersebut perusahaan belum mengalami persaingan dan akan menetapkan harga tinggi agar pengembalian modal dapat dipercepat. Ketika barang yang di hasilkan perusahaan lain muncul di pasaran, perusahaan yang pertama akan menurunkan harga penjualan barangnya.




2. Apa yang Anda ketahui tentang periklanan, personal selling, publikasi, dan promosi penjualan dan berikan contohnya! 

Periklanan

Iklan yaitu segala  bentuk tampilan atau presntasi non-personal dan promosi ide-ide, barang atau jasa yang disponsori atau di biayai oleh pihak tertentu. Iklan memiliki beberapa keunggulan, yaitu diantara nya sebagai berikut:


a. Public presentation (tampilan/presentasi kepada publik)


Dengan iklahn perusahaan seolah-olahingin memberikan legitimasi terhadap produk dan perusahaan.

b.  Pervasiviness (meresap)

Mengiklankan produk secara berkali-kali dan membandingkannya dengan pesaing yang lain

c.  Memperkuat ekspresi

Memberikan efek dramatis bagi perusahaan maupun produknya melalui cetakan, bunyi dan warna.

d.  Impersonality (non-personal)

Terhadap iklan para audiens tidak merasa berkewajiban untuk memperhatikan atau merespon iklan tersebut


Personal Selling

Merupakan salah satu alat promosi yang paling efektif pada tahapan lanjut dalam proses pembelian, terutama dalam membangun preferensi dan keyakinan pembeli, serta mendorong pembeli melakukan tindakan (melakukan pembelian)


Keunggulan personal Selling diantaranya:

a. Konfrontasi selling

PS meliputi hubungan interaktif antara dua atau lebih orang, setiap pihak mengamati reaksi pihak yang lain.

b.     Cultivation (pengembangan)

PS memungkinkan berkembangnya hubungan dalam bentuk apapun, mulai yang hanya bersifat bisnis sampai pada persahabatan.

c.      Respons

PS membuat pembeli merasa memiliki kewajiban untuk mendengarkan apa yang di bicarakan oleh tenaga penjual.


Publikasi

Public relation dan publicity (selanjutnya disebut PRP) meliputi beragam program yang dirancang untuk mempromosikan atau melindungi image perusahaan atau produk perusahaan. PRP memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

a.     Press relation (hubungan denga pers)

Misal dengan menampilkan atau memberikan informasi dan berita yang bersifat positif tentang perusahaan.

b.   Product publicity

Mensponsori suatu even untuk mempublikasikan produk tertentu.

c.     Corporate communication (komunikasi korporat)

Yaitu mempromosikan perusahaan agar kegiatan perusahaan dapat dipahami/diketahui oleh publik.

d.     Lobbying (alat untuk melobi)

Yaitu melakukan perjanjian dengan legislator atau pejabat pemerintah untuk mempromosikan atau mempertahankan suatu regulasi yang mendukung perusahaan.

e.     Counceling (konseling)

Yaitu memberikan saran terhadap manajemen tentang permasalahan yang ada di publik dan posisi serta image perusahaan selama berada dalam kondisi baik maupun krisis.


Promosi penjualan (sales promotion)

Sales promotion atau SP merupakan salah satu kunci utama kampanye pemasaran, terdiri dari beragam alat berbentuk insentif biasa nya bersifat jangka pendek, dirancang untuk menstimulasi pembelian segera ataui pembelian dalam jumlah besar. Kalau di iklan memberikan alasan mengapa harus membeli produk tertentu maka SP memberikan insentif (hadiah, penghargaan) apabila konsumen membeli produk tertentu. contoh:

a. consumer promotion (promosi konsumer)

contoh: kupon, pengembalian uang tunai atau rabat, hadiah, coba gratis, jaminan dll

b.     trade promotion (promosi dagang)

diskon, pembagian barang gratis, display

c.      sales-force promotion (promosi menggunakan tenaga penjual)

meliputi trade show, konvensi, kontes dll


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Obat Alami Menurunkan Kolesterol

JAWABAN TUGAS 3 STATISTIKA EKONOMI