Konsep Menulis dan Jenis-jenis Tulisan
Saudara mahasiswa, Anda pasti mempunyai bayangan/mendengar kata “menulis”, mungkin akan terlintas bayangan kegiatan yang tidak menarik dan bahkan menjemukan. Karena pemahaman sebagian orang tentang menulis, masih sebatas kegiatan “menuliskan sesuatu” tanpa ada “isi” di dalamnya. Padahal bila semua orang memahami konsep menulis, tentu mereka akan merasa tertarik bahkan akan merasa tertantang untuk melakukannya.
Saudara mahasiswa, bahwa dalam konsep menulis merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh si penulis sebagai penyampai pesan untuk menyampaikan gagasan atau ide kepada si penerima pesan (pembaca) melalui media bahasa tulis dengan tujuan agar penerima pesan (pembaca) memahami gagasan atau ide yang disampaikannya itu sesuai dengan maksud si penyampainya.
Kegiatan menulis digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya mencatat, merekam, melaporkan, menginformasikan, meyakinkan, dan mempengaruhi pembaca. Agar tulisan itu dapat dipahami pembaca dengan baik, penulis harus pandai memilih kata, menyusunnya dalam kalimat dan bahasa yang tertib, serta pengorganisasian tulisan yang baik agar ide atau gagasan penulis tersampaikan dengan baik dan dipahami pembacanya dengan baik pula.
Ketika membuat sebuah tulisan, seorang penulis pasti berharap agar tulisannya itu bisa dipahami oleh orang lain sejelas maksud yang terkandung dalam pikirannya. Oleh karena itu, penggunaan kalimat efektif menjadi bagian yang amat penting dalam menuangkan gagasan. Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan informasi kepada pembaca sejelas dan seakurat pikiran atau gagasan penulisnya. Untuk menyusun sebuah kalimat efektif, penulis perlu memperhatikan beberapa hal seperti kesepadanan dan kesatuan, kesejajaran bentuk, penekanan, kehematan, dan kevariasian dalam struktur kalimat.
Pengembangan Paragraf
Saudara dalam kegiatan menulis tidak terlepas dari istilah paragraf. Istilah paragraf satu gagasan utama dan satu atau lebih gagasan penjelas. Kedua gagasan ini saling mendukung dan saling berkaitan erat. Paragraf bisa dibedakan berdasarkan tujuannya, yakni paragraf pembuka, paragraf penghubung, dan paragraf penutup. Paragraf yang baik memenuhi tiga persyaratan berikut: kepaduan (kohesi), koherensi (koherensi), dan kelengkapan. Kohesi berkaitan dengan keutuhan isi gagasannya. Koherensi berkaitan dengan kepaduan jalinan kalimat-kalimatnya. Kelengkapan berkaitan dengan keutuhan dan kelengkapan informasinya.
Sebuah paragraf dapat dikembangkan dengan berbagai teknik pengembangan, yakni secara alamiah, klimaks-antiklimaks atau kebalikannya, dan umum-khusus atau kebalikannya. Paragraf juga bisa dikembangkan berdasarkan fungsinya, yakni dengan pola pengembangan perbandingan dan pertentangan, analogi, contoh-contoh, sebab-akibat, defmisi luas, dan klasifikasi..
Menulis Ringkasan
Dalam kehidupan akademis, kita sudah sangat akrab dengan salah satu bentuk tugas akademik, yang dikenal dengan istilah “meringkas” atau “merangkum” dan “meresensi”. Tugas ini biasaanya merupakan tugas pengiring yang biasanya menyertai tugas membaca. Namun, kegiatan meringkas atau merangkum dan menyadur dapat juga dilakukan terhadap hasil simakan dari suatu proses menyimak, Untuk kepentingan studi, keterampilan membuat studi, keterampilan membuat ringkasan/rangkuman dan resensi akan sangat menunjang keberhasilan teman-teman dalam belajar. Teman-teman berikut ini sidikit penjelasan tentang ringkasan/rangkuman dan resensi.
Rangkuman merupakan bentuk pemadatan informasi dari suatu pokok persoalan yang diuraikan secara rinci dengan hanya mengambil intisari pembicaraan. Ada bermacam-macam istilah untuk bentuk-bentuk tulisan pemadatan ini yang memiliki makna yang lebih khusus, antara lain: ikhtisar, ringkasan, sinopsis, dan abstrak. Ikhtisar dan ringkasan biasanya digunakan untuk pemadatan yang dilakukan terhadap sebuah bacaan (hasil baca) atau hasil simakan yang sifatnya umum. Sinopsis biasa digunakan untuk pemadatan tulisan yang berupa karya sastra, seperti cerpen dan novel; sedangkan abstrak biasa digunakan untuk tulisan ilmiah, seperti artikel dalam jurnal-jurnal ilmiah, skripsi, tesis, dan disertasi.
Pembuatan tulisan dalam bentuk padat pada dasarnya melalui prosedur umum yang sama, yakni melalui tahap-tahap berikut: membaca (menyimak), menyeleksi, menulis, dan membandingkan. Secara khusus, untuk membuat ikhtisar bacaan hendaknya menempuh langkah-langkah berikut: (a) membaca/menyimak teks asli, (b) mengidentifikasi ide pokok bacaan dan ide penjelas yang dianggap sangat mendukung atau penting, (c) mencatat ide-ide penting dimaksud dalam bentuk kerangka, dan (d) menulis ikhtisar bacaan dengan memperhatikan jumlah kata maksimal yang diinginkan dan keluwesan merangkai kerangka ide pokok menjadi uraian yang padu, informatif, singkat, padat, dan jelas.
Dalam pembuatan sinopsis cerpen atau novel hendaknya dilakukan dengan menempuh langkah-langkah berikut: (a) identitas buku, (b) membaca cerpen/novel secara keseluruhan, (c) menulis sinopsisnya, dengan memperhatikan hal-hal berikut: tema, latar, tempat kejadian tokoh dan penokohan; menggunakan sudut pandang orang ketiga; mengutip seutuhnya bagian yang dianggap penting dan mendukung. Panjang sinopsis berkisar antara 2-4 halaman..
Menulis Resensi
Saudara mahasiswa berikut ini penjelasan singkat tentang resensi. Resensi merupakan tulisan atau ulasan mengenai suatu buku (pengetahuan, sastra, kamus, ensiklopedi, dan sebagainya) dengan cara mengikhtisarkan, menggambarkan, menjelaskan, dan memberikan penilaian atas buku itu. Resensi merupakan penilaian mengenai kualitas buku, baik isi maupun perwajahannya disertai alasan dan bukti. Istilah resensi buku sering juga disebut timbangan buku atau bedah buku. Timbangan/penilaian itu dapat juga dilakukan teihadap film, drama, atau bahkan bentuk-bentuk pementasan seni lainnya. Oleh karena itu, kita juga sering mendengar istilah resensi film atau resensi drama.
Tujuan pokok penulisan resensi mencakup tiga hal, yakni (1) memberikan sugesti kepada pembaca, apakah sebuah buku/film patut dibaca/ditonton atau tidak; (2) melukiskan dan memaparkan pendapatnya melalui sebuah timbangan atau penilaian; dan (3) menyodorkan kriteria-kriteria yang jelas dalam mengemukakan pendapatnya itu. Sebuah resensi paling tidak memiliki tiga fungsi utama, yakni (1) fungsi informatif, yakni menginformasikan keberadaan buku/film tertentu sehingga pembaca merasa tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut; (2) fungsi komersial, yakni mempromosikan produk baru untuk kepentingan komersial; dan (3) fungsi akademik, yakni interaksi antara penulis/pengarang buku, penerjemah, editor, dan peresensi dalam membentuk wacana keilmuan mengenai topik tertentu.
Secara umum, tulisan resensi buku terdiri atas dua bagian penting, yakni (1) gambaran umum isi buku yang diresensi dan (2) kupasan, bahasan, dan penilaian atas isi buku itu. Sistematika resensi buku meliputi: (1) Judul resensi (boleh sama dan boleh berbeda dengan judul buku yang di resensi); (2) Perwajahan, meliputi: (a) judul buku, (b) nama pengarang/penulis, (c) nama penerbit dan tahun terbit, (d). jumlah halaman, (e) jenis huruf, (f) halaman sampul [cover), dan (g) harga buku; (3) Pembukaan meliputi: (a) uraian yang menjelaskan isi buku secara umum; (b) kaitannya dengan hal di luar isi buku (bila perlu); (4) Pembahasan meliputi: (a) analisis terhadap isi buku disertai alasan dan bukti yang ada dalam isi buku, (b) analisis kekuatan dan kelemahan (bila ada) isi buku yang diresensi, (c) pembandingan dengan sumber-sumber yang berbeda, (d). gagasan-gagasan penulis mengenai buku itu; dan (5) Penutup meliputi penilaian penulis resensi mengenai perlu-tidaknya pembaca resensi membaca atau memiliki buku tersebut.
Ada tiga macam teknik meresensi buku, yakni (1) teknik cutting and glueing, (2) teknik focusing, dan (3) teknik comparing. Ketiga teknik dimaksud mencerminkan tahapan dalam berlatih menulis resensi. Resensi dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yakni resensi berjenis (a) informatif, menekankan aspek informasi mengenai isi buku; (b) deskriptif menekankan ulasan detail dan rinci untuk setiap bagian atau bab dari buku yang diresensi dan (c) kritis, menekankan aspek penilaian secara kritis dan objektif atas isi buku. Secara garis besar terdapat dua aspek penting yang harus dicermati dalam menilai resensi, yakni aspek luar (penampilan) dan aspek dalam (isi). Aspek luar meliputi perwajahan buku atau kulit muka buku yang akan di resensi. Aspek isi meliputi paparan isi buku, gagasan, konsep, fakta, informasi, esensi keilmuan.
Semoga dapat bermanfaat,

Komentar
Posting Komentar