Inisiasi 6 EKMA4263 Kemampuan Sumber Daya Manusia
kemampuan Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia merupakan sumber daya paling penting untuk dapat memenangkan persaingan. Indonesia terkenal dengan kekayaan sumber daya alamnya yang berlimpah, tetapi penduduknya miskin-miskin karena masih rendahnya mutu sumber daya manusia Indonesia. Oleh sebab itu, kemampuan (ability) sumber daya manusia Indonesia perlu ditingkatkan secara terus-menerus. Kemampuan sumber daya manusia secara generic meliputi:
1. Kemampuan berpikir,
2. Kemmapuan berperasaan, dan
3. Kemampuan bertindak
Kemampuan yang tinggi ditambah dengan kemauan yang kuat ditambah dengan ipteks yang modern dan canggih akan dapat menghasilkan SDM yang berkinerja tinggi.
MSDM adalah:
Pengelolaan karyawan yang bekerja di suatu organisasi/perusahaan yang meliputi daya piker, daya rasa, dan daya fisik
Potensi manusia sebagai penggerak orang dalam mewujudkan eksistensinya
Potensi yang merupakan asset dan modal organisasi yang paling berharga
Pemanfaatan SDM untuk mencapai tujuan organisasi
Kegiatan melaksanakan, merencanakan, mengembangkan, memotivasi, dan memelihara pegawai agar kinerja semakin tinggi di tempat ketja suatu organisasi
Merekrut, memperkerjakan, melatih, menggaji, menilai, dan mengembangkan karyawan
Bagian dari organisasi yang menaruh perhatian pada manusia
Proses merencanakan, merekrut, menyeleksi, melatih dan mengembangkan; memotivasi, memelihara SDM agar tetap betah di suatu organisasi
Sumber daya manusia merupakan sumber daya yang paling penting untuk dapat memenangkan persaingan karena merupakan tulang punggung dari seluruh system yang dirancang, metode yang diterapkan, dan teknologi yang digunakan.
Dalam jangka panjang, program pengembangan sumber daya manusia yang harus dimiliki oleh perusahaan sekurang-kurangnya menyangkut:
Pendidikan lanjutan bagi pegawai
Pelatihan regular bagi pegawai
System dan prosedur bagi rotasi kerja
System dan prosedur jalur kerja
System dan prosedur untuk perbaikan kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja
Evaluasi kinerja individu; dan
Pengukuran kepuasan pegawai yang menyangkut gaji, jam kerja, kesehatan dan keselamatan, insentif, serta pelatihan dan pendidikan
Sebelum memulai program pengembangan sumber daya manusia, yang penting untuk dilakukan adalah mendefinisikan kesiapan modal sumber daya manusia tersebut. Kerangka pendefinisian tersebut melalui tiga tahapan.
Jabatan strategis → kelompok yang terdiri dari jabatan-jabatan yang memberikan kontribusi terbesar bagi peningkatan proses internal.
Kompetensi → kecakapan seseorang dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya untuk mencapai standar mutu dalam unjuk kerja atau hasil kerja nyata (manifest).
Ada banyak cara yang digunakan untuk mengukur kondisi kompetensi sumber daya mnausia, mulai dari self-assesment yang dilakukan oleh karyawan itu sendiri dibantu oleh mentor atau manajer karirnya sampai dengan penggunaan metode penilaian 3600 berupa peer evaluation dari atasan, bawahan, dan rekan-rekan kerjanya.
Ada 2 (dua) pendekatan yang biasa digunakan untuk menyusun strategi pengembangan sumber daya manusia, yaitu:
• Model kelompok jabatan strategis
Memprioritaskan dan memfokuskan kegiatan pengembangan sumber daya manusianya pada kelompok yang memegang jabatan strategis.
• Model nilai-nilai strategis
Memfokuskan pengembangan pada aspek-aspek strategis dan seluruh jabatan, dengan anggapan bahwa semua jabatan memiliki kontribusi bagi perusahaan dengan kadar masing-masing.
Kinerja dipengaruhi oleh kemauan, kemampuan dan teknologi yang digunakan. Betapa pun tingginya kemauan dan kemampuan seseorang tetapi tanpa didukung oleh teknologi yang memadai, maka kinerjanya tidak seoptimal yang kita harapkan..
Ada 8 (delapan) hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih teknologi, yaitu:
Analisis terhadap dampak lingkungan
Analisis ketepatan system otomisasi yang akan diterapkan
Analisis ergonomic
System dan prosedur untuk mengkalibrasi deviasi
System dan prosedur untuk pemeliharaan dan perawatan
Kemudahan mendapatkan suku cadang
Biaya perawatan dan perbaikan
Kinerja teknologi
Variabel kinerja untuk mengelola teknologi adalah:
Rata-rata teknologi
Daya guna teknologi
Tingkat perbaikan
Tingkat kerusakan
Tingkat penggunaan
Cacat produk
Waktu pengulangan
Dasar system informasi manajemen berbasis computer terdiri atas 3 (tiga) unsur, yaitu:
Perangkat keras (hardware)
→ peralatan atau mesin yang digunakan
Perangkat lunak (software)
→ berupa system, program
Perangkat otak (brainware)
→ adalah orang yang menggunakan
Budaya organisasi → prilaku anggota di dalam organisasi, sebagai bentuk dan pemahaman visi, misi, dan strategi organisasi.
Budaya merupakan nilai dasar yang harus diperhatikan dalam perencanaan dan pelaksanaan strategi untuk mencapai tujuan organisasi. Budaya menggambarkan kebiasaan dan tingkah laku individu yang ada di dalam kelompok atau organisasi.
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam perubahan budaya adalah membuat agenda perubahan. Kemudian membuat strategy map yang menggambarkan perubahan yang dihadapi di dalam strategi.
Perusahaan dapat menerapkan perubahan budaya organisasi dengan 5 (lima) pendekatan, berupa:
Focus pada pelanggan
Inovasi dan pengambilan resiko
Pemahaman terhadap misi dan strategi
Akuntabilitas
Komunikasi yang terbuka
Kepemimpinan adalah suatu cara bagaimana organisasi tersebut dapat diarahkan dan dijalankan selama proses mencapai kinerja tertentu. Kepemimpinan memiliki peran yang domina bagi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. Pemimpin adalah orang yang memimpin. Pimpinan adalah jabatan sebagai pemimpin.
Organisasi memiliki 2 (dua) pendekatan dalam menentukan aturan kepemimpinan, yaitu:
1. Proses pengembangan
2. Model kepemimpinan kompetensi
Keselarasan adalah kondisi yang sangat penting yang harus dicapai, dimana individu-individu di dalam organisasi memiliki kesatuan tujuan dan keterkaitan antar level manajemen untuk merespons perubahan lingkungan usaha. Keselarasan mendorong karyawan untuk berani mengambil tanggung jawab, melakukan inovasi, dan mengambil resiko sehingga setiap karyawan diharapkan akan mengalami percepatan dalam mencapai level puncak di perusahaan.
Penyesuaian dicapai dalam 2 (dua) langkah:
Menciptakan kesadaran dengan cara pemimpin harus mengkomunikasikan strategi jangka panjang dan organisasi agar seluruh karyawan mengetahuinya dan harus memastikan bahwa individu dan kelompok memiliki tujuan jangka pendek/operasional yang dapat membantu tercapainya tujuan jangka panjang.
Memberikan dorongan agar setiap individu memiliki keberanian untuk bertanggungjawab atas semua usaha yang telah dilakukan dengan cara memberlakukan penghargaan dan keadilan dalam berkompetensi.
Komentar
Posting Komentar