Inisiasi 4 EKMA4263 METODE PENGUMPULAN DATA

METODE PENGUMPULAN DATA


Metode pengumpulan data sangat membantu proses penentuan variable kinerja. Keberhasilan pengumpulan data harus didukung oleh manajemen yang tepat. Pihak manajemen harus menyadari bahwa pengumpulan data yang salah akan membuat keputusan yang salah pula. Hal pertama yang harus dilakukan dalam menentukan kebutuhan data adalah mengidentifikasi data yang diperlukan oleh pembuat keputusan. Kemudian mengumpulkannya dan menganalisisnya. Ada 7 (tujuh) prinsip yang umumnya digunakan untuk mendapatkan data yang bermutu, yaitu:

Fokus

Objektif

→ Data tidak ditambah atau dikurangi

Teliti

→ Tidak ada data yang salah lihat atau salah catat

Csoss check

→ Untuk menguji kebenaran data

Data mutakhir

→ Sedapat mungkin menggunakan data yang mutakhir bukan data yang sudah kadaluarsa

Lengkap

→ Tidak ada data yang tertinggal

Instrumen pengumpul data valid dan reliebel


Dalam mengumpulkan data, pihak pengumpul data harus memperhatikan hal-hal berikut (Irfan Fahmi;2010):

a. Keakuratan data

b. Kualitas data

c. Relevansi data

d. Kemutakhiran data

e. Sumber data



Data yang bermutu dapat disingkat 8c, yaitu:

Complete

Harus lengkap tidak ada yang tertinggal

Clear

Jelas, tidak samar-samar, tidak menimbulkan macam-macam interpretasi

Courtesy

Menyebutkan darimana sumbernya

Correct

Apa adanya, tidak ditambahi dan tidak dikurangi

Comprehensive

Menyeluruh

Cross check

Kebenaran data didukung hasil cross check

Consistent

Data yang dikumpulkan ajek atau taat asas, tidak ada yang bertentangan

Credibility

Dapat dipercaya (valid dan reliable)


Valid adalah alat pengumpul data sudah mengukur apa yang diukur. Reliebel adalah alat tersebut stabil (ajek) atau konsisten. Tujuan pengumpulan data adalah untuk bahan analisis. Rencana ini sangat penting untuk memastikan bahwa data yang didapat akan mendukung sasaran dari program pengukuran kinerja, memberikan gambaran yang detail kepada pengguna informasi. 

Dalam penyusunan rencana, perlu dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

Pemahaman mengenai informasi yang dibutuhkan

Pemahaman mengenai sumber informasi

Proses

Pengumpulan data dan laporannya secara berkala

Biaya

Perlindungan data

Mutu data

Pertimbangan sampel

Bias

Sebaran demografi

Sebaran geografis

Tingkat akurasi

Tingkat respons

Kecepatan, dan

Input stakeholder


Metode pengumpulan data yang berbeda akan menghasilkan informasi yang berbeda dan pengertian yang berbeda pula. Pada saat manajer program mulai memilih metode pengumpulan data, harus diingat adanya trade-off dengan metode pengumpulan data dari tipe yang berbeda. Setiap metode yang berbeda akan mengakibatkan bias, cost, response rate, speed, level of detail, validity, realibility dan memiliki kegunaan bervariasi.

Ada 10 (sepuluh) metode pengumpulan data yang biasa digunakan:

Metode dokumentasi

→ Diperoleh melalui dokumen-dokumen

Observasi partisipasi

→ Melalui pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala yang diteliti

Wawancara

→ Tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung.

Angket

→ Berupa pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk diisi responden

Penilaian berpasangan oleh ahli

→ Biasanya dilakukan terhadap hasil-hasil penelitian dan pengembangannya

Cost benefit/cost effectiveness study

→ Dilakukan untuk mengevaluasi biaya program bersama dengan keuntungan yang dicapai (cost benefit) dan pembanding keuntungannya (cost effectiveness)

Studi kasus

→ Menggunakan deskripsi dan analisis atas situasi tertentu

Content review

→ Mengarah pada kodifikasi dan analisis data kualitatif

File review 

→ Pengkajian ulang terhadap data yang telah dikumpulkan

Focus group

→ Mengumpulkan informasi yang mendalam secara tepat dan umumnya melibatkan pihak ketiga.



KELUARAN ORGANISASI


Variabel kinerja keluaran organisasi meliputi variable kinerja financial dan non financial. Keluaran kinerja financial merupakan focus perhatian investor/pemegang saham, karyawan, masyarakat, pesaing, dan pemerintah. Variabel kinerja financial sering menjadi satu-satunya focus perhatian banyak perusahaan di dunia untuk dikelola karena tingkat kepentingannya. Bahkan variable kinerja financial sebagai satu-satunya ukuran kinerja keluaran organisasi. Pihak yang paling berkepentingan dengan hasil-hasil financial perusahaan adalah investor. Investor biasanya mengharapkan return, reward, figure, dan filth.

Sedangkan variable kinerja nonfinansial biasanya menjadi perhatian pelanggan, masyarakat, dan pemerintah. Pengelolaan variable kinerja financial dan non financial adalah untuk memenuhi kebutuhan stakeholder yang berbeda-beda.

Pengukuran kinerja organisasi/perusahaan yang berkaitan dengan investor pada umumnya menggunakan metode EBITDA, EVA, FCF, SVA, dan CFROI.

Investor biasanya memiliki criteria pentinguntuk menanamkan modalnya:

Strategi yang dimiliki organisasi/perusahaan

Pertumbuhan pendapatan per lembar saham

Arus kas

Pengalaman manajemen dalam pengelolaan organisasi perusahaan

Riset dan pengembangan yang dilakukan perusahaan

Utang jangka pendek dan jangka panjang yang ditanggung

Produk yang dihasilkan

Berita kurang baik yang berkaitan dengan isu-isu tertentu

Pangsa pasar relative terhadap pesaing

Resiko dan tantangan di masa depan.

Para analisis dan manajer keuangan memberikan saran investasi memilih metode yang lebih sederhana dan cepat:

- Rasio harga/pendapatan

- Deviden yang dibagi

- Pengembalian atas modal yang ditanam

- Rasio harga/arus kas


 


Terdapat 9 (Sembilan) variable kinerja financial dan non financial yang penting dalam keputusan investasi:

- Pendapatan

- Arus kas

- Biaya

- Pengeluaran modal

- Penelitian dan pengembangan

- Kinerja pada sector tertentu

- Pernyataan tujuan yang strategis

- Pengembangan produk baru

- Pangsa pasar

Dalam aspek praktis, 2 (dua) laporan keuangan yang paling popular untuk menganalisis kinerja perusahaan adalah laporan rugi laba dan neraca. Profitabilitas mengidentifikasikan tingkat efisiensi perusahaan dalam menggunakan asetnya. Variabel kinerja financial yang umumnya dipakai perusahaan, baik untuk perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, jasa, pendidikan, mauoun di bidang kesehatan.

Dalam menjalankan perusahaan, investor dan pelanggan, keduanya sama pentingnya. Pelanggan pada umumnya mengharapkan sesuatu yang cepat, bermutu, murah, dan kemudahan dari perusahaan. Untuk memenuhi kepuasan investor dan pelanggan, maka perusahaan harus mampu memenuhi kebutuhannya.

Hal pertama dan terpenting dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan pelanggan adalah pengaduan pelanggan. Mutu layanan pelanggan ada 10 (sepuluh) dimensi, yaitu:

1. Dapat dilihat

2. Keandalan

3. Daya tangkap

4. Kompetensi

5. Kesopanan

6. Kredibilitas

7. Keamanan

8. Akses

9. Komunikasi

10. Memahami pelanggan

Dari sepuluh dimensi diatas kemudian disederhanakan lagi menjadi 5 (lima) dimensi mutu layanan:

1. Reliability

2. Responsiveness

3. Assurance

4. Emphathy

5. Tangibles


 


Variabel kinerja yang berkaitan dengan pelanggan meliputi:

Kepuasan pelanggan

Mempertahankan pelanggan yang sudah ada

Memperoleh pelanggan baru

Keuntungan yang dihasilkan pelanggan

Pangsa pasar 

Pangsa bisnis

Beberapa isu penting yang menyangkut kepentingan pemerintah dan masyarakat yang berhubungan dengan perancangan variable manajemen kinerja:

Fenomena aturan pemerintah

Pihak lain yang kritis

Kepedulian social

Malpraktik

Reputasi perusahaan

pemasok


:


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Obat Alami Menurunkan Kolesterol

JAWABAN TUGAS 3 STATISTIKA EKONOMI